Siaran Pers Peluncuran Website SeabadPram 24 Maret 2025

Andre Pramaditya avatar
Andre Pramaditya • 
Siaran Pers Peluncuran Website SeabadPram 24 Maret 2025 thumbnail

Tahun 2025 menandai peringatan 100 tahun kelahiran Pramoedya Ananta Toer, sastrawan Indonesia yang telah menghasilkan lebih dari 50 karya sastra yang diterjemahkan dalam 42 bahasa di seluruh dunia. Sejak pertama kali terbit pada 1949, karya-karya Pramoedya Ananta Toer memperkaya khazanah kesusastraan Indonesia sebagai lambang harapan, perlawanan, dan keberanian menghadapi ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.

Setelah sukses mengawali rangkaian peringatan dalam penyelenggaraan Festival Blora SeabadPram pada 6-8 Februari 2025 lalu, Pramoedya Ananta Toer Foundation bekerja sama dengan Komunitas Beranda Rakyat Garuda menindaklanjuti agenda peringatan #SeabadPram dengan meluncurkan situs seabadpram.com yang telah aktif sejak 13 Maret 2025. Situs ini menjadi salah satu flagship di dalam gerakan #SeabadPram sepanjang tahun 2025, terutama sebagai salah satu cara untuk dapat menyebarluaskan kesadaran kritis di kalangan orang muda Indonesia.

Pembuatan situs seabadpram.com dirancang dan dilaksanakan oleh 3 orang muda yang memiliki kemauan agar karya-karya dan jejak langkah Pramoedya Ananta Toer dikenal semakin luas sebagai sastrawan Indonesia dengan reputasi internasional. Ketiga orang muda tersebut adalah Andre C. Pramaditya, Chris Wibisana, dan Muhammad Urwatil Wutsqo. Setelah mempersiapkan desain dan rancangan selama hampir tiga bulan, situs ini diluncurkan dengan enam fitur utama di dalamnya: Bibliografi; Linimasa; Arsip; Artikel; Kontak; dan #SeabadPram. Keenam fitur tersebut memiliki tujuan masing-masing.

Fitur “Bibliografi” merupakan etalase untuk 53 judul buku karya Pramoedya Ananta Toer, sebagai pengarang maupun editor, yang terbit sejak 1950 hingga 2014. Etalase didesain menyerupai “galeri sampul” yang memuat edisi perdana atau edisi cetak ulang yang mengarahkan pengguna ke laman informasi tentang buku tersebut ketika gambar sampul tersebut diketuk. Adapun laman informasi memuat sinopsis, informasi sejarah pelarangan buku, serta sampul-sampul terjemahan judul buku tersebut ke dalam bahasa asing, lengkap dengan nama penerbit dan tahun terbit terjemahan. 

Fitur “Linimasa” memuat tonggak-tonggak sejarah kehidupan Pramoedya Ananta Toer selama 81 tahun dalam tujuh babak, sebagai authorized biography yang telah disetujui Pramoedya Ananta Toer Foundation. Pembagian ketujuh babak tersebut didasarkan pada etape sejarah hidup Pramoedya yang paling menentukan dalam arah kepengarangan maupun perjalanan hidup selanjutnya. Adapun ketujuh babak tersebut terdiri dari “Blora” (periode 1925–1942); “Djakarta” (1942–1950); “Jatuh-Bangun” (1950–1956); “Di Simpang Kiri Jalan” (1956–1965); “Tahun-Tahun Terpanjang” (1965–1979); “Dalam Belenggu ET” (1980–1999), dan “Bebas” (1999–2006).

Fitur “Arsip” telah memuat dua entri “Foto” dan “Surat”. Entri “Foto” telah memuat tiga album, dan direncanakan memuat 5 hingga 7 album foto yang dapat mengabadikan jejak visual Pramoedya bersama rekan-rekan dan keluarganya. Ketiga album yang telah dimasukkan adalah album foto saat Pramoedya berada di Pulau Buru berisi 16 foto; album foto Pramoedya saat dipulangkan dari Pulau Buru berisi 24 foto; dan album foto Pramoedya di Jerman berisi 2 foto.

Sementara itu, entri “Surat” sampai saat ini telah memuat 26 buah kartu pos yang dialamatkan dari dan kepada Pramoedya selama di Pulau Buru. Kartu pos paling tua bertitimangsa 8 Mei 1973, dan kartu pos paling akhir bertitimangsa 22 Mei 1976. Dalam waktu dekat, entri tersebut akan diperluas dan dilengkapi dengan surat-menyurat Pramoedya dari dan kepada rekan-rekannya sesama penulis, surat-surat dari luar negeri, surat hak jawab yang ditolak surat kabar pada 1980-an, serta surat-surat pelarangan buku-buku Pramoedya. Demi keamanan aset dokumentasi tersebut dari pencurian dan pengunduhan tanpa izin, setiap kartu pos telah dilengkapi tanda air berupa logo SeabadPram.

Fitur “Artikel”, “Kontak”, dan “Tagar” merupakan pusat dokumentasi, pembaruan, serta sirkulasi acara peringatan SeabadPram sepanjang tahun 2025, yang diabadikan dalam bentuk artikel maupun audiovisual. Sebagai pusat dokumentasi, “Artikel” membuka submisi esai maupun berita kegiatan yang dikirimkan dari Indonesia dan dari luar negeri. Esai maupun berita kegiatan dapat dikirimkan dalam ekstensi .docx ke [email protected] sepanjang maksimal 2.000 kata dan akan dimuat secara sukarela. 

Pada bagian “Kontak”, pengguna situs dapat memberikan informasi kepada Panitia SeabadPram serta Pramoedya Ananta Toer Foundation tentang penyelenggaraan acara, maupun meminta izin untuk mengunduh materi dari dalam situs secara resmi untuk keperluan akademis, jurnalistik, serta keperluan nonkomersial lainnya. Sementara itu, dalam fitur “Tagar”, pengguna situs dapat memantau kemeriahan acara #SeabadPram yang diabadikan pengguna situs media sosial X secara real time, serta dapat menyebarluaskan tagar tersebut melalui akun media sosial masing-masing.

Sebagai situs dokumentasi dan repositori arsip yang akan dikembangkan dan diisi sepanjang tahun, seabadpram.com mengundang publik dan pengguna situs berpartisipasi dalam kerja dokumentasi melengkapi dan memperkaya isi situs ini secara berkala dan kontinu. Terdapat tiga jalur partisipasi yang dapat dilakukan oleh pengguna situs. 

Pertama, melengkapi fitur “Bibliografi” dengan kiriman sampul karya-karya perdana Pramoedya Ananta Toer yang tidak berhasil ditemukan, khususnya karya-karya klasik tahun 1950 hingga 1960-an. Kedua, mengirimkan artikel esai atau berita kegiatan untuk dimuat dalam rubrik “Artikel” memeriahkan peringatan SeabadPram yang dibuka sepanjang tahun 2025. Ketiga, menyebarluaskan informasi tentang situs seabadpram.com kepada rekan-rekan komunitas reading group yang terbuka dan inklusif, demi melestarikan nilai dan semangat keindonesiaan Pramoedya Ananta Toer untuk menumbuhkan kesadaran kritis bagi orang muda di Indonesia dan di seluruh dunia. (*)

Tentang Penulis
Andre Pramaditya avatar

Andre Pramaditya

Pengembang dan pengelola situs SeAbadPram.